Minggu, 09 Januari 2011

Bicara Jember, Bicara BBJ


Oleh : Rizki Kuswandhana

Kabarjember.com -
Berbicara Jember , kurang afdol jika tidak berbicara BBJ(Bulan Berkunjung Ke Jember ). Bicara BBJ juga kurang pas, jika kita tidak melihat sendiri bagaimana maraknya saat-saat masyarakat Jember menyambut datangnya bulan yang penuh berkah bagi pedagang kecil dan menengah ini.

Adalah bulan Agustus, surga bagi warga Jember. Bulan berkah bagi para pedagang-pedagang kecil maupun pengusaha mikro lainnya. Kenapa ?. Jawaban yang sangat pas adalah, karena saat itu Jember marak dengan sebuah event yang cukup membuat seluruh lapisan masyaralat, mulai rakyat sampai pejabat ikut ambil bagian untuk menjadikan Jember sebagai kota yang layak dikunjungi oleh sipapun.

Banyak event yang digelar saat itu, Ada berbagai lomba , pertandingan , bahkan yang sempat menjadi perhatian masyarkat dari Manca Negara yakni Jember Fashion Carnaval . Sebuah tontonan yang menghebohkan dunia mode, digelar oleh anak-anak Jember yang creative, dibawh arahan Dinand Faris. Karya-karya bertaraf Nasional bahkan Internasional bakal hadir di event paling fenomenal tersebut.

Selin itu, yang paling mengesankan masyarakat Jember adalah, kolaborasi perayaan Hari kemerdekaan Republik Indonesia Dan Bulan Berkunjung ke Jember. Pagelaran tersebut, kemudian dijadikan agenda tahunan rakyat jember, dengan menampilkan beraneka ragam permainan tradisional, juga aneka lomba, seperti burung berkicau, panjat pinang, wall climbing, sampai yang betaraf Internasional seperti motocross dan down hill.Dan Kegiatan tersebut biasanya di tutup dengan Gerak Jalan Tradisonal Tangguul- Jember yang sebetulnya sudah digelar sejak tahun 70 an.

Jember dan BBJ tampaknya kini mulai jadi branch image masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menyedot investor untuk menanamkan usahanya di Jember. Tidak cukup itu saja, di Bulan Agustus itu juga Pemerintah Kabupaten berkeinginan agar masyarakat Jember bias ikut menikmati berkah dari banyaknya evevnt-event yng dilakukan.

Perekonomian kecil dan menengah dapat terstimulan, dan bankit , sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Dan terbukti, sejak diawal pelaksanaan BBJ perekonomian Jember semakin meningkat cukup signifikan. Bahkan menurut Data Dari Kantor Pariiwisata sejak 2005 – 2010 sedikitnya ada 3956 lokal, dan 1 juta lebih wisatawan asing yang sudah mencicipi mnisnya BBJ.

Untuk mencapai hasil seperti itu tentunya tidak sedikit dana yang dikeluarkan membiayai BBJ. Bayangkan saja, berapa dana yang harus dikeluarkan untuk kegiatan semacam lomba burung berkicau, Tajemtra, sampai JFC yang memang paling didominasi oleh warga lokal, apalagi kegiatan seperti down hill dan motocross yang sudah bertaraf Internasional dan memang pesertanya didominasi oleh warga asing.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah, mengapa event sekaliber BBJ tidak diisi saja dengan kegiatan-kegiatan yang memang mengunggulkan potensi Jember seperti can macanan kaduk, tari labako yang notabene memang kesenian khas Jember, atau katakanlah pesta rakyat yang memang didominasi oleh waga Jember, bukan sebaliknya.

Toh dengan kegiatan-kegiatan khas Jember seperti itu akan lebih efektif, selain mengembangkan segala macam potensi lokalitas Jember, maka dengan kegiatan seperti ini dalam format BBJ wisatawan lokal maupn asing akan lebih tertarik karena tidak hanya mendapat hiburan tetapi bisa mengenal Jember lebih jauh melalui segala macam seni dan budayanya. Dengan begitu akan lebih menghemat dana daripada diisi dengan event yang terkesan hanya menghambur-hamburkan uang saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar